Sudah hampir seminggu aku menunggu dirimu, tapi hanya kisi-kisi ruang gelap yang selalu menyapa mataku, hanya dedaunan hijau yang terus menari-nari di pelupuk diterpa angin dan membuaiku agar bisa terlelap.
***
Akhirnya ku panggil kau Wanodya, yang penuh dengan kelembutan, cantik menawan hati, yang selalu tersenyum padaku, yang seakan memberi warna dalam setiap hembusan nafasku.
***
Wanodya hampir seminggu sudah, aku tidak melihatmu, Wanodya seakan hilang di telan kaki langit, ingin ku ulurkan jemariku ke ufuk tapi tanganku tak cukup jauh untuk menggapai, Wanodyapun tidak lagi terlihat tubuhnya, Dalam lengkung pelangi sukmaku, terukir kenangan tiada bertepi, bersamamu menguatkan kisi hatiku yang rapuh, Wanodya senandungkan kembali sebait kata cinta yang membusuk dalam lagu.
Wanodya ucapkanlah selamat malam dalam untaian kata terindah dengan beribu makna untuk mengantar tidurku pada malam yang memeluk penuh kebekuan, dalam rintik gerimis ini Tidakkah kau akan mengunjungi ranahku kembali, bernyanyi dalam irama kedamaian hatiku.
Wanodya, kalau seandainya aku bisa memecahkan tajau waktu, aku ingin sekali selalu bersamamu, tiada batas antara siang dan malam, hingga sansai-lah waktuku bersamamu, walau aku hanya bisa memandangmu tanpa bisa menjamahmu, tapi itu adalah sebuah anugerah Mahadewa yang sangat berharga bagiku, sebuah kesempurnaan yang pernah kumiliki untuk sebuah ciptaan yang maha kuasa.
***
Gabak akhirnya menumpahkan segala bebannya, membasahi seluruh permukaan bumi, langit seakan menumpahruahkah semua kekesalannya, seakan air dari langit tak ada habisnya, membuat malam bertambah sunyi dan dingin.
Kerinduanku pada wanodya seakan tak berujung, semakin deras hujan yang turun semakin hatiku rindu, tapi wanodyaku selalu tertutupi oleh mendung hitam, Wanodya seumpama Apsari bagiku, aku seperti anak manusia yang dimabuk cinta, mengapa rasa ini jadi semakin tak wajar saja, kenapa aku tak jadi akeo saja, sehingga aku dapat mecintai pada siapapun yang aku suka.
Kenapa aku tercipta sebagai makluk yang tak berdaya, menjadi makluk yang tak mampu menggapai yang ku mau, selalu merindukan Wanodya, Ciptaan Tuhan yang terindah.
***
Aku hanya seekor burung hantu..................